KULIAH UMUM 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Menjadi Generasi yang Berdampak dan Memperkuat Kesalehan Sosial

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Auditorium Al-Jibra, Kampus 2 UMI, diikuti oleh civitas akademika FAI UMI dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari auditorium yang penuh selama kegiatan berlangsung.
Melalui tema tersebut, FAI UMI menegaskan pentingnya menempatkan generasi Z bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Kemampuan digital perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman, integritas, dan karakter yang kuat.
Mengintegrasikan Teknologi dan Nilai Keislaman
Perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi, kecerdasan buatan, media sosial, dan berbagai platform digital telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa FAI UMI didorong untuk memiliki kemampuan adaptasi yang baik tanpa kehilangan landasan nilai. Transformasi pendidikan harus tetap berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Integrasi keislaman menjadi salah satu fondasi penting agar kemajuan teknologi tidak hanya menghasilkan kecakapan intelektual, tetapi juga melahirkan pribadi yang bertanggung jawab secara moral. Pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kemanfaatan, bukan sekadar mengejar popularitas atau kepentingan pribadi.
Gen Z sebagai Generasi yang Berdampak
Kuliah umum ini juga menekankan pentingnya membangun kesalehan sosial di kalangan generasi muda. Kesalehan tidak cukup diwujudkan melalui hubungan personal dengan Allah Swt., tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, lingkungan, bangsa, dan masyarakat.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi Z memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan. Kreativitas, kemampuan memanfaatkan teknologi, keberanian menyampaikan gagasan, serta jejaring sosial yang luas dapat diarahkan untuk menghadirkan berbagai inovasi dan gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata.
Dengan demikian, menjadi “Gen Z yang berdampak” berarti mampu mengubah pengetahuan menjadi aksi, teknologi menjadi solusi, dan nilai-nilai keislaman menjadi perilaku yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Membangun Karakter di Era Disrupsi
Selain penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan karakter juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Era disrupsi teknologi menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, kolaboratif, dan kreatif, sekaligus tetap berintegritas.
FAI UMI melalui kegiatan akademik seperti Kuliah Umum 2026 terus mendorong mahasiswa agar mampu menghadapi perubahan zaman dengan kompetensi yang kuat dan karakter yang kokoh. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi positif.
Kegiatan Kuliah Umum 2026 diharapkan dapat menjadi momentum bagi mahasiswa FAI UMI untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai generasi muda Muslim di tengah perkembangan teknologi. Generasi yang unggul bukan hanya generasi yang menguasai teknologi, tetapi juga generasi yang mampu memanfaatkan ilmu, iman, dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.


